Kamis, 27 September 2018

Tugas Metode Perancangan Program ke 1

Diposting oleh veni handayani di 08.31

  1. Tugas Metode Perancangan Program :

1) Cari kegiatan apa saja yang dilakukan pada setiap langkah SDLC !
2) Jelaskan bagan/struktur paradigma bahasa pemrograman (untuk bagan ada dislide BSI) ! 

Jawaban

1. SDLC (Software Development Life Cycle) adalah serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan software (aplikasi)

Ada 6 tahapan pada SDLC(Software Development Life Cycle) yaitu :

  • Planning
  • Sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem harus dibangun. Pada fase ini diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses information gathering kepada pengguna. Aktivitas aktivitas nya meliputi :
    1. Pembentukan dan konsolidasi tim pengembang.
    2. Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan.
    3. Mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan melalui pengembangan sistem.
    4. Menentukan dan evaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan sistem.
    5. Penentuan prioritas teknologi dan pemilihan aplikasi.

  • Analysis
  • Sebuah proses investigasi terhadap sistem yang sedang berjalan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai pengguna sistem, cara kerja sistem dan waktu penggunaan sistem. Dari proses analisa ini akan didapatkan cara untuk membangun sistem baru. Beberapa aktivitas nya sebagai berikut :
    1. Melakukan studi literatur untuk menemukan suatu kasus yang bisa ditangani oleh sistem.
    2. Brainstorming dalam tim pengembang mengenai kasus mana yang paling tepat dimodelkan dengan sistem.
    3. Mengklasifikasikan masalah, peluang, dan solusi yang mungkin diterapkan untuk kasus tersebut.
    4. Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem.
    5. Mendefinisikan kebutuhan sistem.

  • Design
  • Sebuah proses penentuan cara kerja sistem dalam hal architechture design, interface design, database dan spesifikasi file, dan program design. Hasil dari proses perancangan ini akan didapatkan spesifikasi system. Pada tahap ini, features dan operasi-operasi pada sistem dideskripsikan secara detail. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan adalah:
    1. Menganalisa interaksi obyek dan fungsi pada sistem.
    2. Menganalisa data dan membuat skema database.
    3. Merancang user interface. 

  • Implementation
  • Proses pembangunan dan pengujian sistem, instalasi sistem, dan rencana dukungan sistem. Dalam implementasi, dilakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:
    1. Pembuatan database sesuai skema rancangan.
    2. Pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem.
    3. Pengujian dan perbaikan aplikasi (debugging).

  • Build
  • Proses pengujian pada system yang sudah dibuat. proses pengujian pada program perangkat lunak, baik Pengujian logika internal, maupun Pengujian eksternal fungsional untuk memeriksa segala kemungkinan terjadinya kesalahan dan memeriksa apakah hasil dari pengembangan tersebut sesuai dengan hasil yang diinginkan.

  • Maintenance
  • Proses yang dilakukan oleh admin/programmer untuk menjaga system supaya berjalan dengan baik dan mengadaptasikan system sesuai dengen kebutuhan.
    Kegiatan yang dilakukan pada proses pemeliharaan antara lain :
    1. Corrective Maintenance : yaitu mengoreksi apabila terdapat kesalahan pada perangkat lunak, yang baru terdeteksi pada saat perangkat lunak dipergunakan.
    2. Adaptive Maintenance : yaitu dilakukannya penyesuaian/perubahan sesuai dengan lingkungan yang baru, misalnya hardware, periperal, sistem operasi baru, atau sebagai tuntutan atas perkembangan sistem komputer, misalnya penambahan driver, dll.
    3. Perfektive Maintenance : Bila perangkat lunak sukses dipergunakan oleh pemakai. Pemeliharaan ditujukan untuk menambah kemampuannya seperti memberikan fungsi-fungsi tambahan, peningkatan kinerja dan sebagainya.
2.

Paradigma bahasa pemograman adalah bagaimana cara pandang kita terhadap penyelesaian masalah. Paradigma membatasi dan mengkondisikan jalan berpikir kita, mengarahkan kita terhadap beberapa atribut dan membuat kita mengabaikan atribut yang lain. Karena itu, jelas bahwa sebuah paradigma hanya memberikan pandangan yang terbatas terhadap sebuah realitas. Akibatnya, fanatisme terhadap sebuah paradigma mempersempit wawasan dan bahkan berbahaya. Ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu masalah, sehingga ada banyak paradigma yang ada.

Paradigma bahasa pemograman dibagi menjadi dua yaitu imperactive dan declarativ. Berikut penjelasan nya :

A. Paradigma pemrograman prosedural atau imperatif

Paradigma ini didasari oleh konsep mesin Von Newmann (strored program concept ); sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data. Kata kunci yang sering digunakan adalah Algoritma + Struktur Data = Program.

Paradigma prosedural atau imperatif dibagi menjadi 3 yaitu :


1. Procedural programming
    Pemgrograman prodedural adalah salah satu Paradigma yang didasari oleh konsep mesin Von Newmann (stored program concept), sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data; masing-masing dapat diberi nama dan harga. Instruksi akan dieksekusi satu per satu secara sekuensial oleh sebuah pemroses tunggal. Bahasa pemrograman yang termasuk dalam Pemrograman Prosedural, antara lain :
    1. C
    2. Fotran
    3. Pascal
    4. Basic
    2. Object-Oriented Programming
      Pemrograman Berorientasi objek adalah suatu paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek , dimana semua data dan fungsi dibungkus dalam class-class atau object-object. Setiap object dapat menerima pesan, memproses data, mengirim, menyimpan dan memanipulasi data. Beberapa object berinteraksi dengan saling memberikan informasi satu terhadap yang lainnya.
      Paradigma ini menawarkan konsep class, generic, inheritance, polymorphism dan menenkankan pentingnya pendefinisian statik kelas untuk melahirkan (menciptakan) objek pada saat runtime, yang kemudian dimanipulasi atau saling berinterasi. Definisi kelas memungkinkan adanya penurunan kelas dengan objek pada saat run time yang dapat “berubah” bentuk dengan kelakuan yang disesuaikan, Masing-masing object harus berisikan informasi mengenai dirinya sendiri dan dapat dihubungkan dengan Object yang lain. Pemrograman berorientasi objek berbeda dengan pemrograman prosedural yang hanya menggunakan satu halaman kebawah untuk mengerjakan banyak perintah atau statement.
      Bahasa Pemrograman yang termasuk dalam paradigma pemrograman bereriontasikan objek, antara lain: Ada, Object Pascal, C++, Java, Smalltalk, Eiffel
    3. Pararel Processing Programming
      Pararel proses adalah suatu paradigma pemrograman yang memungkinkan eksekusi perintah atau operasi secara bersamaan baik dalam komputer dengan satu(prosesor tunggal) ataupun banyak (prosesor ganda dengan mesin paralel) CPU. Secara umum, ini adalah sebuah teknik dimana sebuah masalah dibagi dalam beberapa masalah kecil untuk mempercepat proses penyelesaian masalah. Contoh bahasa nya yaitu Ada, Pascal S, Occam, C-Linda
    B. Paradigma pemrograman deklaratif

    Paradigma ini didasari oleh pendefinisian relasi antar individu yang dinyatakan sebagai predikat orde pertama. Sebuah program lojik adalah kumpulan aksioma (fakta dan aturan deduksi). Pemrogram mendeklarasikan sekumpulan fakta dan aturan-aturan (inference rules).

    Paradigma pemograman deklaratif dibagi menjadi 3 yaitu :

    1. Logic
      Pemograman logic adalah salah satu paradigma yang didasari oleh logika formal, paradigma ini didasari oleh pendefinisian relasi antar individu yang dinyatakan sebagai predikat. Sebuah program lojik adalah kumpulan aksioma (fakta dan aturan deduksi). 
      Contoh bahasanya yaitu PROLOG
    2. Functional
      Pemrograman fungsi, adalah suatu paradigma pemrograman yang setiap Pemecahan masalah atau persoalanya diselesaikan menggunakan fungsi. Paradigma ini didasari oleh konsep pemetaaan dan fungsi pada matematika. Fungsi dapat berbentuk sebagai fungsi “primitif”, atau komposisi dari fungsi-fungsi lain yang telah terdefinisi.
      Pemrogram mengasumsikan bahwa ada fungsi-fungsi dasar yang dapat dilakukan. Penyelesaian masalah didasari atas aplikasi dari fungsi-fungsi tersebut. Jadi dasar pemecahan persoalan adalah transformasional. Semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari sebuah keadaan awal menuju ke suatu rantai keadaan akhir, yang mungkin melalui keadaan antara, melalui aplikasi fungsi.
      Paradigma fungsional tidak lagi mempermasalahkan memorisasi dan struktur data, tidak ada pemilahan antara data dan program, tidak ada lagi pengertian tentang “variabel”. Pemrogram tidak perlu lagi mengetahui bagaimana mesin mengeksekusi atau bagaimana informasi disimpan dalam memori, setiap fungsi adalah “kotak hitam”, yang menjadi perhatiannya hanya keadaan awal dan akhir. Dengan merakit kotak hitam ini, pemrogram akan menghasilkan program besar. Berlainan sekali dengan paradigma prosedural, program fungsional harus diolah lebih dari program prosedural (oleh pemroses bahasanya), karena itu salah satu keberatan adalah kinerja dan efisiensinya.
      Contoh nya adalah : LISP, APL, SCHEME
    3. Database
      Database merupakan Pangkalan data atau basis data atau sering pula disebut basis data, adalah kumpulan informai yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
      Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika).
      Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
      Contoh bahasa pemograman nya : SQL
      Referensi dari : A  C

    0 komentar:

    Posting Komentar

     

    Veni Handayani Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review